Ditempel Ribuan Lebah, Pesawat Citilink Tunda Terbang 1,5 Jam

Kejadian unik terjadi di Bandara Kualanamu, Deli Sedang, Sumatera Utara hari Jumat (22/9) siang. Di mana ribuan lebah menempel di sayap pesawat Citilink.

Yang namanya delay atau penundaan dalam penerbangan adalah sebuah hal lazim yang sering terjadi di manapun. Namun bagaimana ceritanya bandar judi online kalau sebuah pesawat sampai harus menunda penerbangan hingga 1,5 lamanya karena gerombolan lebah? Terdengar tak masuk akal memang. Tapi hal itulah yang dialami pesawat Citilink di Bandara Kualanamu, Deli Sedang, Sumatera Utara hari Jumat (22/9) siang.

Dilaporkan jika ribuan lebah menempel di sayap kanan pesawat malang itu. Karena fenomena janggal yang baru pertama kali terjadi itu, pihak Angkasa Pura (AP) II langsung mengerahkan petugas untuk melakukan pembersihan. Dengan menyemprotkan air ke bagian sayap pesawat Citilink oleh petugas unit Pemadam Kebakaran (Damkar) bandara, bagian sayap pun kembali bersih.

Lebah Ngamuk Karena Sarang Dirusak

Atas insiden tak biasa yang dialami pesawat dengan nomor penerbangan QG 885 rute Batam-Kualanamu itu, manajemen Citilink pun akhirnya angkat bicara. Menurut mereka, kejadian aneh ini terjadi tak lama setelah QG 885 mendarat pukul 11.42 WIB. Saat pesawat dipandu ke area parkir, tiba-tiba ribuan lebah langsung menempel di ujung sayap kanan.

Dilansir Merdeka, Vice President Corporate Communications Citilink Indonesia, Benny S Butarbutar menjelaskan jika setelah penumpang turun, petugas ground service berkoordinasi dengan teknisi dan petugas unit lain di bandara atas peristiwa unik ini. Usai air disemprot pada pukul 12.30 WIB, lebah-lebah pun pergi. QG 885 pun diperiksa ulang seluruh kondisinya sesuai prosedur keselamatan dan pekerbangan. Setelah tak ditemukan keanehan, pesawat itupun lanjut terbang ke Batam pada pukul 14.27 WIB dan selamat mendarat pada pukul 15.55 WIB

Benny melanjutkan bahwa pihak Citilink pun sampai mengadakan diskusi togel singapura terkait serangan ribuan lebah. Merujuk bahwa kawasan bandara haruslah terbebas dari binatang liar atau aktivitas apapun, diduga kuat kemunculan lebah-lebah itu karena habitatnya di sekitar bandara rusak. Koloni lebah yang besar kemungkinan terganggu kegiatan penebangan pohon itupun menyebar dan berkumpul pada obyek lain, termasuk pesawat di bandara.

Pernah Dialami Garuda dan Jet Tempur Amerika

Wisnu Budi Setianto selaku Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu pun menyebutkan jika fenomena ribuan lebah di sayap pesawat ini baru pertama kali terjadi. Senada dengan Wisnu, Alvin Lie yang merupakan pengamat penerbangan pun sangat takjub. “Saya juga heran. Aneh itu, seumur-umur saya baru lihat. Kalau ditabrak burung sudah biasa. Ajaib betul itu (ribuan lebah di sayap pesawat).”

Karena peristiwa ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun sampai mengundang para ahli untuk melakukan penelitian. Namun saat ditelusuri lebih lanjut, pesawat Citilink yang diserbu lebah bukanlah kejadian pertama di dunia penerbangan. Pada Mei 2016, pesawat Garuda Indonesia rute Medan-Jakarta terpaksa delay kala ada lebah masuk ke lubang udara pesawat.

Kemudian masih di 2016, pesawat milik Vietnam Airlines di Bandara Internasional Tan Son Nhat diserbu ratusan lebah yang hinggap pada hidung pesawat. Nasib serupa juga dialami pesawat tempur Super Stealth F-22 Raptor milik Angkatan Udara Amerika Serikat di mana ada 20 ribu lebih lebah madu membentuk sarang di dalam knalpot pesawat. Kejadian yang samadidera maskapai Rossiya di Rusia saat ratusan lebah menutupi sayap dan kaca pesawat mereka kala hendak lepas landas dari bandara Moskow.

Dengan adanya fenomena aneh dan tak biasa ini, tampaknya manusia harus lebih peduli pada habitat hewan liar di sekitar.