Dampak Ketegangan Antara Amerika Serikat Dan Korea Utara

ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara berdampak dengan rencana evakuasi dari sejumlah negara yang khawatir dengan warga negaranya

Ketegangan di Semananjung Korea saat ini kian memanas, Amerika Serikat yang telah mengerahkan pasukan armada perangnya untuk meredam provokasi dari Kim jong Un yang kerap meluncurkaan uji nuklir dan rudal. Ditambah dengan hadirnya armada-armada dari beberapa negara yang telah berkoalisi untuk membantu dan memperkuat Amerika Serikat semakin membuat ketegangan nonton bioskop online berkobar.

Pasukan Inggris, Perancis, Jepang dan Korea selatan telah bergabung dengan Amerika Serikat bahkan beberapa hari lagi negara tersebut akan melakukan aksi latihan militer gabungan untuk memperkuat kekuatan. Pihak dari Kim Jong Un pun tidak tinggal diam dengan hadirnya koalisi yang mendukung Amerika Serikat, Korea Utara bertekad akan habis-habisan membalasnya.

Khawatir mengenai dugaan meledaknya perang di kawasan Semananjung Korea, termasuk Indonesia dan Rusia dan sejumlah negara lainnya tengah melakukan persiapan untuk melakukan evakuasi, bahkan Amerika serikat juga sedang mempersiapkan program untuk mengevakuasi warga AS yang tengah berada di Korea Selatan apabila konflik AS dan Korut pecah di kawasan Semananjung Korea.

Tindakan apa yang akan dilakukan oleh pemerintahan Indonesia dan Rusia untuk melindungi warga negaranya dari ancaman ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang kapanpun bisa meledak tersebut, hingga hujan rudal pun di khawatirkan tidak terbendung lagi.

Indonesia dan Jepang evakuasi Warga neraganya dari Korea Utara dan Korea selatan

Berdasarkan data di tahun 2016 yang tercatat dalam data kementrian luar negeri RI, bahwa jumlah warga Indonesia yang ada di Korea Utara sekitar 30 sampai 40 orang. Sedangkan warga negara Indonesia yang berada di Korea selatan diperkirakan sebanyak 38 ribu WNI.

Meskipun ketegangan di Semananjung Korea semakin tinggi namun hingga saat ini pemerintah belum berencana untuk mengevakuasi warga negaranya dari Korea Utara dan Korea Selatan tersebut. meski tidak ada evakuasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap warga negaranya yang berada di negara konflik tersebut tetapi kemlu RI dan pemerintah tetap selalu memantau dengan intensif terhadap kondisi warga neraga Indonesia dan situasi politik dari kedua negara tersebut.

Tidak hanya memantau WNI dan politik dari kedua negara tersebut, tetapi kemlu RI juga mendorong kepada berbagai pihak agar melakukan de-eskalasi dengan langkah merundingkan yang terkait dengan situasi yang tengah terjadi di Semananjung Korea. Kemlu RI juga menyampaikan agar jangan semakin memperuncing hingga membahayakan situasi negara yang tengah berkonflik.

Tidak hanya Indonesia, negara Asia lainnya yang juga tengah berencana menyelamatkan warga negaranya ialah koalisi Amerika Serikat yaitu Jepang. Jepang tengah mempersiapkan rencana untuk melakukan penyelamatan kepada warganya apabila hujam misil dengan jarak jauh yang dilakukan oleh Korea Utara. Siaga yang dilakukan oleh jepang sangat masuk akal, sebab Jepang merupakan negara koalisi dari Amerika Serikat yang tengah berseteru dengan Korut. Bahkan Jepang menjadi tempat penampungan aset militer AS, sekitar 54.000 pasukan dan alutsista AS berada di Jepang.

Rusia evakuasi Warga neraganya dari Korea Utara dan Korea selatan

Tidak hanya Amerika Serikat, Indonesia dan Jepang. Rusia juga dikabarkan tengah mempersiapkan evakuasi terhadap warganya, namun saat mengklarifikasi Dubes Rusa film online untuk Indonesia menyampaikan belum berenana untuk mengevakuasi warganya dari korsel da korut. Menurutnya Rusia masih memperhatikan situasi konflik tersebut. Rusia akan melakukan evakuasi terhadap warganya jika situasi semakin memburuk.

Hingga saat ini, Rusia tengah melakukan rencana untuk melakukan berbagai upaya agar konflik antara AS dan Korus dapat mereda.

Perlawanan AS Bersama Sekutu Terhadap Korut

AS bersama sekutu mempersiapkan kekuatan militer dan senjata untuk melakukan perlawanan terhadap Korea Utara.

Armada Amerika serikat bergerak menuju Semenanjung Korea, pergerakan dari pasukan armada militer Amerika serikat ditujukan untuk bersiap-siap mengadapi pemimpin korut Kim Jong Un. Begitu juga dengan Korea Utara yang menegaskan bahwa negeranya tidak takut terhadap serangan militer Amerika serikat seperti yang dilakukan Amerika serikat terhadap Suriah.

Korut menegaskan bahwa negaranya mampu mempertahankan Negara dengan luar biasa menggunakan kekuatan militer dan kekuatan senjata nuklir dan rudal. Sedangkan komando pasifik Amerika Serikat telah memerintahkan kepada kapal induk untuk melakukan penyerangan kebagian utara sebagai sebuah ukuran bijaksana dalam mempertahankan persiapan serta kehadiran pasukan militer Amerika Serikat di kawasan pasifik barat.

Angakatan laut dari Amerika Serikat telah mengirimkan berbagai jenis kapal untuk menunjukan keseriusan mereka untuk melawan serangan dari Korea Utara, diantaranya kapal induk USS Carl Vinson yang mampu memuat 90 pesawat tempur, USS Michael Murphy, kapal penjelajah berkelas Ticonderoga USS Lake Champlain dan kapal perusak berkelas Arleigh Burke USS Wayne E. Mayer. Kapal-kapal tersebut sengaja mengitari wilayah Semenanjung Korea untuk menunjukan togel online kehadiran kekuatan AS.

Perlawanan AS bersama China, Korea Selatan dan jepang terhadap korut

Kim Jong Un melakukan peringatan kepada Amerika serikat bahwa negaranya telah siap untuk menyerang bahkan mengambil alih dari pangkalan militer AS, namun Amerika Serikat yakin bahwa kejadian tersebut tidak akan terjadi. Karena alat terbesar yang dimiliki pangkalan udara Amerika serikat ialah rudal Patriot, militer Amerika Serikat mengklaim bahwa rudal tersebut telah dirancang untuk dapat mendeteksi serta menghentikan segala serangan yang termasuk serangan rudal dari Korea Utara.

Pejabat dari China dan Korea Selatan yang merupakan Negara sekutu Amerika Serikat yang terdekat dari Korea Utara telah memberikan ancaman kepada Korea Utara, bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas apabila Korut kembali melakukan tindakan uji nuklir, China yang terikat perjanjian dengan Korea Utara pun sudah memberikan sanksi, dengan larangan impor batubara secara keseluruhan dari Korea Utara yang telah berlangsung selama 2 bulan terakhir.

China juga mengeluarkan pernyataan apabila Korea Utara kembali membuat langkah yang bersifat provokatif dibulan ini, maka masyarakat China bersedia untuk melihat tindakan dewan keamanan dari PBB yang akan menerapkan tindakan embargo atau pembatasan terberat yang sebelumnya belum pernah dilihat.

Tidak hanya China, kelompok Vinson pada bulan lalu telah berpartisipasi pada latihan gabungan bersama militer Korsel untuk mempersiapkan bentuk perubahan strategi apabila tiba-tiba semenanjung Korea terjadi penyerangan. Karena uji coba yang sering dilakukan oleh Korea Utara membuat kemarahan terhadap Negara tetangganya yaitu, China, Korea Selatan dan Jepang. Bahkan kini Jepang melakukan latihan komunikasi dan helikopter bersama gugus tempur I angkatan laut Amerika Serikat.

Ujung batas kesabaran AS terhadap korut

As bersama sekutu sedang bekerjasama untuk mencari tanggapan yang tepat terhadap uji coba tembakan rudal balistik Korea Utara, saat ini Donald Trump tengah mempertimbangkan dari aksi militer AS, meskipun pasukan Armada kapal sedang berada diwilayah Semenanjung Korea.

Menurut Mike Pence wapres Amerika Serikat, Donald Trump membuat kejelasan bahwa dirinya tidak akan pernah berbicara mengenai taktik militer, karena adanya periode judi togel kesabaran yang strategis, tetapi era kesabaran yang strategis tersebut telah habis. Pence juga menyampaikan pernyataan bahwa Amerika Serikat sudah tidak sabar terhadap Kim Jong Un yang enggan bergerak untuk melakukan pembersihan terhadap rudal balistik dan senjata nuklir sesuai dengan tekanan PBB.