Sudutkan Umat Muslim Ahok Kembali Dilaporkan Acta

dampak dari video kampanye Ahok berujung pada laporan dari ACTA ke Barekrim dan Bawaslu.

Terkait mengenai video yang diunggah oleh Basuki Tjahaya Purnama atau dikenal dengan Ahok banyak menuai kritikan bahkan kecaman atas video tersebut, didalam video tersebut Ahok dianggap menyudutkan umat Islam. Dimana Ahok dianggap menimbulkan sebuah kesan jika umat Islam merupakan umat yang perusuh. Video yang diunggah oleh Ahok menceritakan massa pendemo yang menggunakan Artibut Peci dan sorban, dimana Atribut tersebut merupakan Identitas agen togel online dari umat Islam.

Video kampanye #BeragamItuBasukiDjarot dipublikasikan pada 9/4/2017 melalui sosial media yang didalamnya berisi adegan demonstrasi menggambarkan massa yang mengganggu pengguna kendaraan. Video tersebut dianggap merusak citra umat Islam yang seolah-olah ingin menggusur para kaum Minoritas yang ada di Indonesia salah satunya umat yang beragama Tionghoa.

Hastag #BeragamItuBasukiDjarot pun sontak mendapat respon dari berbagai kalangan, dari tokoh politik sampai para ulama. Dimana mereka menganggap video tersebut merupakan video yang dapat memicu perpecahan dikalangan Ras yang ada di Indonesia. Karena video unggahan Ahok dianggap mengandung unsur SARA.

ACTA laporkan Ahok ke Bareskrim

Ahok dilaporkan ACTA ke Bareskrim terkait tentang dugaan pelanggaran dalam berkampanye berupa unggahan video iklan Ahok yang diduga menyudutkan Umat Muslim diakun sosial media milik Ahok. ACTA tiba dibareskrim komplek KKP (kementian kelautan dan perikanan) jalan Medan Merdeka Timur, Gambir Jakarta Pusat. Senin 10/4/2017 pada pukul 18.00 Wib. Wakil ketua ACTA Hendarsam Marantoko menjelaskan bahwa laporan tersebut terkait pelanggaran undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik ayat 2.

Dengan laporan tersebut, ACTA membawa barang bukti berupa flashdisk yang berisi video yang diunggah Ahok, link Video yang diunggah melalui Akun Facebook dan Capture dari foto video unggahan tersebut. dalam Video yang berdurasi dua menit tersebut, ada adegan demo dan kesuruhan yang didalamnya orang-orang yang memakai pakaian yang menjadi identitas umat Islam yaitu Sorban dan Peci yang membawa Banner yang bertulis “Ganyang China” berwarna Hijau.

Dari video tersebut membuat ACTA melaporkan Ahok ke bareskrim karena menganggap dalam video tersebut telah menyudutkan umat Islam sebagai biang perusuh dan pembuat keonaran. Menurut Hendarsam kasus ini merupakan kasus yang lebih dahsyat dibanding dengan kasus Al-Maidah. Karena video tersebut dianggap telah mendeskritkan umat muslim terhadap etnis tertentu.

ACTA laporkan Ahok ke Bawaslu

Sebelum melaporkan video unggahan Ahok ke Bareskrim Polri, ACTA lebih dulu melaporkan Ahok kepada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) terkait video yang sama. ACTA menilai bahwa video tersebut telah melanggar pasal 69 hurup B UU nomor 8 Tahun 2015 mengenai Pilkada. yang berbunyi “dalam berkampanye dilarang menghina seseorang, suku, agama, ras dan golongan”.

Sepenggal cuplikan dalam video tersebut berisi berbagai profesi dan juga bermacam latar belakang dari para Altet, aparat serta masyarakat adat. Dan pada orasi terakhir dalam video tersebut Djarot berucap “jangan tanyakan dari mana kamu berasal. Jangan tanyakan apa agamamu, tapi tanyakan apa yang telah kamu perbuat untuk Jakarta”.

Habiburokhman menyebutkan bahwa video tersebut sangat jelas telah menaikkan umat agama lain dan menyudutkan umat Muslim. Beliau menengaskan mengenai video bandar togel online tersebut melukai hati umat Islam dan berpotensi menimbukan perpecahan sosial. Habiburokhman sebagai Pembina ACTA datang ke Bawaslu bersama dengan Habib Novel, habib Novel menjelaskan tentang laporan tersebut dianggap telah menggambarkan umat muslim yang identik terhadap kekerasan. Habib Novel beranggapan tentang video yang diunggah Ahok berdurasi 2 menit itu sudah melecehkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil Alamin.